
Tim help desk Jogja Goes Open Source (JGOS) melaksanakan pendataan di beberapa Puskesmas yang dimigrasikan, Tim menemukan aplikasi Anthro 2005, aplikasi analisis gizi anak, aplikasi ini tersedia hanya bagi sistem operasi berbayar. Masalah ini kemudian dilaporkan kepada Tim help desk umum untuk dicarikan solusi. Senin (14/11/2011).
Berbagai alternatif solusi dilakukan, tetapi hasilnya masih nol, sampai kemudian salah satu anggota Tim help desk, Abrao Ximenes (28), mendapatkan info bahwa aplikasi Anthro dapat diakses kode sumbernya apabila mendapat persetujuan dari World Health Organizatin (WHO) sebagai pemegang lisensi aplikasi. Abrao kemudian menulis surat elektronik kepada WHO untuk memohon izin mengakses kode sumber Anthro.
Selasa (15/11/2011) surat Tim JGOS mendapatkan sambutan positif dari pihak WHO, mereka menanggapi positif permohonan akses kode sumber Tim JGOS, tetapi mereka meminta nota kesepakatan antara tim dengan WHO agar WHO bisa berbagi kode sumber Antrho dengan Tim JGOS.
Thank you for your massage. We would be happy to share with your team the required software WHO Antro source code as soon as we receive the attached license agreement duly signed. Should you neef any further clarirication please do not hesitate to get back to us. Best regards, WHO Anthro Team.
Tim JGOS menunggu rilis dokumen lisensi dari WHO, sebagai syarat agar mendapatkan lisensi dan akses kode sumber.
Semoga artikel ini bisa juga menggugah Para Aktivis OpenSources di lain kota agar segera melaksanakan kegiatan Migrasi F/OSS.





Recent Comments